Jumat, 13 Juli 2012

gejala dan pencegahan kanker serviks

Pengrtian kanker serviks ialah penyakit kanker yang terjadi pada daerah leher rahim. Yaitu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim. Letaknya antara rahim (uterus) dengan liang senggama wanita (vagina).

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, saat ini penyakit kanker serviks menempati peringkat teratas di antara berbagai jenis kanker yang menyebabkan kematian pada perempuan di dunia. Di Indonesia, setiap tahun terdeteksi lebih dari 15.000 kasus kanker serviks.

Sekitar 8000 kasus di antaranya berakhir dengan kematian. Menurut WHO, Indonesia merupakan negara dengan jumlah penderita kanker serviks yang tertinggi di dunia. Mengapa bisa begitu berbahaya? Pasalnya, kanker serviks muncul seperti musuh dalam selimut. Sulit sekali dideteksi hingga penyakit telah mencapai stadium lanjut.

Ada beberapa penularan penyakit kanker serviks yakni virus HPV tipe 16 dan 18,serta akibat paparan radiasi dan pencemaran radiasi bahan kimia yang terjadi pada tubuh dalam jangka waktu yang cukup lama.
Penularan virus tersebut bisa terjadi melalui hubungan sexual terutama untuk yang berganti_ganti pasangan,bisa juga terjadi dengan melalui kontak sentuhan kulit loh kawanaurora!!!

Vaksin untuk mencegah kanker mulut rahim adalah vaksin HPV, sesuai dengan nama virus penginfeksinya. Pemberian vaksin HPV digunakan untuk mencegah terjadinya kanker serviks. Namun, tidak menutup kemungkinan vaksin HPV diberikan kepada seseorang yang telah terkena paparan virus HPV ataupun seseorang yang pernah berhubungan seksual. Hanya saja vaksin HPV tidak akan bekerja sebaik ketika diberikan kepada seseorang yang belum terpapar virus HPV atau belum pernah berhubungan seksual.
Ada 2 jenis vaksin HPV, yaitu:
  • Gardasil dapat diberikan kepada pria maupun wanita untuk mencegah kanker serviks, kanker vagina dan vulva pada wanita, serta penyakit kutil genital pada pria maupun wanita.
     
  • Cervarix hanya bisa diberikan pada wanita untuk mencegah kanker mulut rahim saja.
Vaksin HPV direkomendasikan oleh dokter untuk diberikan mulai anak-anak usia 9 – 11 tahun karena mereka belum terpapar virus HPV atau dapat diberikan bagi mereka yang belum berhubungan seksual.

Berikut ini gejala_gejala yang di alami penderita kanker serviks stadium lanjut:
                                                     Gejala kanker serviks tingkat lanjut :

  1. munculnya rasa sakit dan perdarahan saat berhubungan intim (contact bleeding).
  2. keputihan yang berlebihan dan tidak normal.
  3. perdarahan di luar siklus menstruasi.
  4. penurunan berat badan drastis.
  5. Apabila kanker sudah menyebar ke panggul, maka pasien akan menderita keluhan nyeri punggung
  6. juga hambatan dalam berkemih, serta pembesaran ginjal.

Perempuan yang rawan mengidap kanker serviks adalah mereka yang berusia antara 35-50 tahun, terutama Anda yang telah aktif secara seksual sebelum usia 16 tahun. Hubungan seksual pada usia terlalu dini bisa meningkatkan risiko terserang kanker leher rahim sebesar 2 kali dibandingkan perempuan yang melakukan hubungan seksual setelah usia 20 tahun.

Kanker serviks pun bisa dapat di cegah dengan beberapa pencegahan dan tindakan kecil seperti di bawah ini :
  
Jenis Pencegahan Kanker serviks. 

  1. Pencegahan primer, yaitu usaha untuk mengurangi atau menghilangkan kontak dengan karsinogen untuk mencegah inisiasi dan promosi pada proses karsinogen.
  2. Pencegahan sekunder, termasuk skrining dan deteksi dini untuk menemukan kasus-kasus dini sehingga kemungkinan penyembuhan dapat ditingkatkan.
  3. Pencegahan tertier, merupakan pengobatan untuk mencegah komplikasi klinik dan kematian awal.
  4. Tidak berhubungan intim dengan pasangan yang berganti-ganti.
  5. Rajin melakukan pap smear setiap dua tahun sekali bagi yang sudah aktif secara seksual.
  6. Melakukan vaksinasi HPV bagi yang belum pernah melakukan kontak secara seksual.
  7. Dan tentunya memelihara kesehatan tubuh.  
 Wanita yang rawan mengidap kanker serviks ialah wanita yang berumur 35-45 tahun,terutama bagi anda yang sering kali melakukan hubungan sex pada usia 16 tahun.hubungan sex yang dilakukan sejak dini bisa meningkatkan resiko kanker serviks itu sendiri 2x perbandingan bagi mereka yang melakukan hubungan sex pada umur setelah 20 tahun.

Pantangan makanan bagi si penderita kanker serviks : 

1. Hindari makan jeroan, ayam broiler, telur, gorengan, fastfood, durian. 
2. Hindari kacang kedelai dan produk dari kacang kedelai seperti tahu, tempe, susu kedelai
3. Kurangi makanan / minuman yang manis2 
4. Perbanyak makan sayuran (kecuali kol) & buah-buahan (kecuali durian dan yang terlalu        manis seperti rambutan, lengkeng). 
5. Hindari STRESSyang berlebih.
  
Pengobatan Kanker Seviks.


Pengobatan Kanker Seviks dapat dilakukan dengan pembedahan (pengangkatan leher rahim, indung telur dan seluruh jaringan di sekitarnya), Radioterapi dan Kemoterapi. Tingkat keberhasilan pengobatan ini tentunya tergantung dari tingkatan kanker serviks yang dialami oleh si penderita. Dari segi biaya, pengobatan kanker serviks ini tergolong mahal.

0 komentar:

Poskan Komentar